KUDUS - Cakrawalaonline, Tempat karaoke yang
menyediakan lady companion (LC) dan minuman keras (miras) yang berdiri di tanah
Desa Ngembalrejo Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, resmi ditutup. Ternyata
pengelola mengelabui pemerintah desa dengan izin mendirikan resto dan
pemancingan.
Pantauan detikJateng di lokasi, penutupan
dilakukan oleh Pemerintah Desa Ngembalrejo bersama kepolisian TNI, dan LBH NU
Ansor Kudus, Sabtu (16/9/2023). Di depan kafe karaoke itu terlihat segel dan
tulisan tentang tempat karaoke ditutup karena melanggar Perda Kudus nomor 10
tahun 2015 tentang usaha diskotik, kelab malam, pub, dan penataan hiburan
karaoke.
Kepala Desa Ngembalrejo, HM Zakaria mengaku
kecolongan di wilayahnya karena terdapat tempat kafe karaoke yang menyediakan
LC dan minuman keras. Sebab, izin awal tanah bengkok desa seluas 2.000 meter
persegi itu disewa untuk resto makan dan pemancingan.
"Karena dia melanggar peruntukannya,
peruntukannya dalam perdes itu sewa menyewa dalam desa itu adalah untuk
pemancingan dan resto. Setelah kita ketahui dia melanggar aturan maka kita
putus kemarin siang putus persewannya," jelas Zakaria kepada wartawan di
lokasi, Sabtu (16/9/2023).
Dia mengatakan penggunaan tanah itu sebagai tempat
karaoke baru sekitar lima bulan terakhir. Pengelola awalnya menyewa setahun Rp
15 juta untuk resto dengan pemancingan. Namun, setelah penyewa pertama
meninggal dunia restoran itu disewakan kembali. Belakangan diketahui lokasi
tersebut malah digunakan sebagai tempat karaoke.
"Izinnya per Januari tahun ini, jadi per
tahun-pertahun, ini karaoke tapi sebenarnya resto dan pemancingan, dulunya
resto kok terus ada perubahan, perubahan kira-kira lima bulan, saya sendiri
kurang tahu," ujarnya.
"Milik pengelola Pak Muleng, dulu sudah ada
10 tahun (penyewa yang pertama), penyewa dulu Aris Junaedi kemudian meninggal
dunia dan dilimpahkan ke yang lain (ke Pak Muleng). Luasnya sekitar 2.000 meter
persegi," dia melanjutkan.
Pemdes pun telah memberikan peringatan soal
keberadaan tempat karaoke yang meresahkan warga. Namun, tidak dihiraukan.
"Sudah ada laporan warga, saya panggil, di
PMD, satpol, di Kecamatan, saya peringatan satu, dua tiga dan kita tutup karena
sudah saya ingatkan tiga kali," tegas dia.
Selanjutnya ada dugaan prostitusi di kafe karaoke
itu di halaman berikut.
Di lokasi yang sama, Wakil Ketua LBH Ansor Kudus
Yusuf Istanto menduga tempat karaoke tersebut digunakan untuk prostitusi. Sebab
ditemukan banyaknya minuman keras dan LC atau pemandu karaoke.
"LBH Ansor diberikan mandat oleh masyarakat
terkait dengan penyalahgunaan sewa, yang tadinya untuk kafe rumah makan,
ternyata digunakan kafe karaoke yang menyediakan LC maupun miras, dari LBH
Ansor dengan kepala desa ini kerja sama dengan pihak ketiga sudah dibatalkan
sudah selesai, kemudian tempat sudah disegel," jelas Yusuf ditemui di
lokasi.
"Sering ada keributan ada perkelahian, di
belakang juga ada sisa-sisa miras banyak sekali. Tapi dugaan mengarah ke situ
ada, entah transaksi melalui BO kita patut diselidiki karena banyak miras dan
LC yang ada," dia melanjutkan.
Terpisah, Kapolsek Bae, AKP Imam Sukirno
mengatakan pengamanan penutupan tempat karaoke di Kudus berlangsung aman dan
kondusif. "Penutupan tempat karaoke berlangsung aman dan kondusif, ini
yang melakukan penutupan pemerintah desa dibantu dengan kepolisian dan
TNI," tambah Imam di lokasi. Cl – Sumber : Detik.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar